Postingan

Menampilkan postingan dari 2014

Perjuangan

Sesulit inikah untuk mengenyam bangku kuliah? Semangat perjuangan dari awal mencari beasiswa, daftar dari satu kampus ke kampus lain, meyakinkan keluarga bahwa kau mampu kuliah tanpa biaya dari mereka. Setelah kau dinyatakan lolos beasiswa dan bisa kuliah di salah satu universitas swasta terbaik, kau segera pergi dari kampung halamanmu Jawa timur menuju Depok dengan hanya berbekal pakaian, mie instan dan uang 300rb karna kau kira uang beasiswa itu bisa langsung kau terima. Me ski kau tidak kenal siapapun di depok, tak ada tempat tinggal, kau terus melanjutkan perjuanganmu. Pada akhirnya Allah mempertemukanmu dengan orang-orang yang berkesempatan untuk bisa membantumu. Dihari pertama kedatanganmu di depok, kau disambut dengan hangat oleh orang-orang yg merasa peduli, mereka mencarikanmu kosan, mencarikan tempat tinggal sementara sampai kau menemukan kosan yang cocok. Aku tau kau merasa sungkan ketika kau 3 hari bersama kami, yang pada akhirnya kau memutuskan untuk pulan...

Senja

Senjaku terlihat mendung.. tak terlihat indah seperti hari-hari biasanya. perpaduan warna jingga, biru, merah, kuning yang melukis langit seolah tak tergambarkan lagi. padahal aku selalu menantikan senjaku, tersenyum melihat warna cerianya senjaku.. kembalilah seperti sedia kala. Kadang senja menghilang sejenak  agar semua orang merindukannya  namun ingatlah senja datang setiap hari ketika petang datang,  sebelum gelap senja selalu memberikan senyuman bagi siapapun yang melihatnya,  bercampur dengan awan putih dan langit biru.  Yup senja,,, siapapun bahagia ketika menatapnya Mungkin sekarang mendung tapi kita tidak tahu sore nanti semoga senja datang dengan pesona jingganya. Sama seperti rencana Allah mungkin awal terlihat pahit  tapi yakin warna jingga akan datang dengan keindahannya di sore hari,  jika tidak maka tataplah langit, langitpun punya sejuta kedamaian ketika kamu menatapnya  

Dialah Bapakku..

2 jam berlalu. Ia masih berdiri disana. Dengan hujan dan petir yang menggelegar. berdiri dengan payung merah jambu yang dilipat ditangan kirinya, dan payung biru yang terbuka ditangan kanannya untuk melindungi dari tiap tetes hujan yang turun. Ya, dia sedang menunggu seseorang yang sampai saat ini ia sebut sebagai puteri kecilnya meski tahun ini sang puteri menginjak usia 21 tahun. Bukankah umur tersebut sudah kurang pantas untuk disebut puteri kecil? Mungkin menurut kita seperti itu, tapi baginya tentu tidak. Ia akan tetap melindungi, menjaga sang puteri kapanpun dan dimanapun sampai putri tersebut menemukan pangerannya. Ia memang tak pernah mengatakan "aku menyayangimu putriku", tapi dari segala apa yang telah ia lakukan itu begitu menunjukkan kasih sayang yang bahkan lebih indah daripada kata-kata. Bogor, 4 Agustus 2014 Rella Restuati, untuk Bapak

Untukmu Tuan

Saat gelap malam menyapa, seorang lelaki menemukan sebuah surat yang ditujukkan padanya. Untukmu, Sebuah tulisan untuk membuat jeda pada untaian rindu saat ini yang selalu kelu untuk keluar dari lidahku sisa waktu yang masih kumiliki memang sungguh sedemikian sulit untuk meneguhkan diri pada keadaannya yang paling baik pun sungguh sangat sulit untuk terus menerus tegar tatkala mimpi yang terukir mesti dihapuskan entah sementara atau selamanya masih ku ingat sebuah tekad yang entah berasal dari mana sebuah keberanian memutuskan masa depan apa itu yang disebut dengan nafsu? memutuskan tanpa berpikir panjang, apakah sanggup atau tidak? Aku, dengan mimpi yang kubuat sendiri bersemangat untuk segera mencapainya sedikit demi sedikit semangat semakin memburu karena tak ingin waktu sia-sia saja berlalu Lalu malam ini sungguh berbanding terbalik hujan menderas disertai badai dan petir aku jatuh terduduk "aku baik-baik saja, tak perlu menangis" tersenyum...

Cinta Allah

Jangan pernah ragu: Allah mencintaimu. Allah dekat, hanya kita yang kadang menjauh. Dekap cinta yang menuntunmu ke surga-Nya. Allah, cukup cinta-Mu Allah … tak ada kata selesai, Dalam memburu cinta-Mu. Mungkin kita beramal baik karena takut kepada-Nya, Atau karena patuh kepada-Nya. Tapi lebih indah jika digerakan karena cinta kepada-Nya Bukti cinta kepada-Nya: Lihat seberapa cepat kamu bersegera Saat panggilan cinta-Nya terdengar? Lihat juga berapa banyak alasan yang masih kamu Katakan sebagai excuse ketidaktaatan atas perintah-Nya. Ada saatnya kamu boleh Kehilangan kepercayaan kepada keluarga, sahabat, Teman baik, pasangan mungkin? Tapi jangan pernah kehilangan keyakinan pada-Nya Saat hendak melakukan sesuatu, Pertanyaannya adalah: “Apakah hal ini akan membuat hamba lebih dekat kepada-Mu, ya Rab?” To or not to do semata karena Allah! Mencintai-Nya berarti menjadikan ridha-nya Sebagai motivasi bergerak Ada 99 nama, mende...

#Patah Hati

Allah, lindungi setiap jiwa yang patah, setiap hati yang retak. Sembuhkanlah dengan nama-Mu. Jangan habiskan waktu memikirkan orang-orang yang tidak menaruh namamu dihatinya. Sehebat apa sih dia Hingga pantas mendapatkan air matamu? Jika dia meninggalkan, hapus duka. Bukan dia yang terbaik untukmu. Jadilah penentu kebahagiaan dirimu sendiri. Jangan sandarkan suasana hati Pada orang yang kamu cintai. Mencintai itu naluri. Tapi cinta tidak boleh mebuatmu #patah hati Kalaupun hati harus patah, Cari cara melalui kesedihan tanpa melakukan sesuatu yang Merugikan dan akan kamu sesali setelahnya. Ya, saya pernah patah hati, Jawaban buat tadi yang nanya J Jangan biarkan orang-orang yang yang melukaimu, Menambah #patahhati Jadikan segala kegetiran sebagai #dendampositif Orang yang kita kira soulmate saat ini, Mungkin hanya bagian dari sejarahmu, bukan masa depanmu. Ketika putus cinta, percayalah masih ada yang lain. Lihat kasih ortu, saudara, teman, Kamu akan me...

FARIS (Fajrul Islam) ADVENTURE

Gambar
Here we go... FARIS ADVENTURE!!! Perjalanan dengan tronton dari Kampus D Universitas Gunadarma saya lakukan bersama teman-teman dari UKM Fajrul Islam (FARIS). Perjalanan ini kami namakan dengan FARIS ADVENTURE. Hari itu Jum’at 18 April 2014. Kami berangkat beranggotakan 30 orang yang terdiri dari ikhwan dan akhwat. Perjalanan panjang yang kami lalui hingga sampailah kami di tempat tujuan yaitu Gunung Putri, karena pendakian yang akan kami lakukan ke Gunung Gede dimulai dari sana. Sesampainya disana,  hari sudah malam. Malam itu kami memutuskan untuk menginap disebuah penginapan yang biasa digunakan para pendaki. Malam yang begitu dingin hingga rasanya tidak bisa menahan tubuh yang semakin menggigil padahal kami sudah menggunakan dua jaket tebal. Pagi tiba, kami bagun dan udara dingin yang dahsyat segera menyerang tubuh. Sebelum mendaki, kami sarapan dengan perbekalan yang kami bawa dan setelah itu kami bersiap untuk briefing pembagian kelompok dan berdo’a. Setelah pe...

Pelukan Tak Bernama

Sepertinya aku sedang berada dititik kepayahanku Dimana aku tak lagi mampu untuk berdiri tegak Mencari penopang yang bisa membuatku tetap bertahan Menanti tangan yang tetap saling tergenggam Aku ingin menyerah pada keadaan Aku tak sanggup menahan semua beban Aku lelah dengan senyum getir yang kututupi dengan mahir Mungkin raga ini masih terlihat tegar berdiri Tak terlihat kegelisahan yang kerap kali menyelubungi Dipagi yang ranum ini Ku pandangi semburat gradasi warna langit Ku tersenyum, tapi sang air mata malah tak terbendung lagi Disaat ketidakberdayaanku ini Aku hanya berharap Allah tetap merengkuhku Dalam setiap jejak akar kepahitan Dalam pelukan tak bernama

Malaikatku memang tak bersayap

Pernahkah kalian melihat malaikat? mungkin bukan melihat, tapi hanya mendengar bukan? tapi aku melihatnya, bahkan ia selalu bersamaku selama ini yang kita tau dalam khayalan kita, malaikat selalu bersayap tapi, malaikatku tak bersayap Malaikat yang ku maksud bukanlah malaikat yang memang Allah ciptakan sempurna bukan seperti malaikat Jibril, Mikail, atau yang lainnya Allah mengirimkan ia dalam kehidupanku yang terkadang aku merasa bahwa aku sendiri disini tapi ia selalu hadir mengisi kesendirianku ia akan tau kapan aku senang, kapan aku sedih, kapan aku berduka, kapan aku kecewa, kapan aku bahagia ia bisa membaca seperti apa aku tak ada kepura-puraan disana meski ia tak pernah menampakkan dirinya pada dunia luar tapi percayalah, dialah malaikatku dua malaikat atau tiga? "Dan Allah yang mempersatukan hati para hamba beriman. Jikapun kau nafkahkan perbendaharaan bumi seluruhnya untuk mengikat hati merek...

Pertanianku

Oh hati.. Mengapa dikeramaian ini kurasakan sepi Tatkala kulihatnya tak ada lagi Mungkinkah ia telah mati ? Ataukah Pertanian kini tak berarti ? Dulu… kulihat sawah membentang Dibawah kaki gunung yang menjulang Elok nian slalu kupandang Sungai pun begitu luas terbentang Jangan katakan Pertanian kini mati Jangan katakan Pun ia tak ada lagi Ia hanya tertidur Dikala Putra Negeri mundur Kini Putra negeri akan bangkit Tak akan berhenti walau sakit Tak akan lari walau terjepit Tak akan mundur   walau sedikit Anak negeri akan bangun dari terjatuh Akan maju dengan kekuatan penuh Walau seluruh badan penuh tetesan peluh Kami akan melangkah walau perjalanan terasa jauh Putera Negeri penerus bangsa akan terus melaju Demi kemakmuran itu, semua tertuju Bersama kita singsingkan lengan baju Agar Pertanian Indonesia semakin Maju ….