Dialah Bapakku..

2 jam berlalu. Ia masih berdiri disana. Dengan hujan dan petir yang menggelegar.
berdiri dengan payung merah jambu yang dilipat ditangan kirinya, dan payung biru yang terbuka ditangan kanannya untuk melindungi dari tiap tetes hujan yang turun.
Ya, dia sedang menunggu seseorang yang sampai saat ini ia sebut sebagai puteri kecilnya meski tahun ini sang puteri menginjak usia 21 tahun. Bukankah umur tersebut sudah kurang pantas untuk disebut puteri kecil? Mungkin menurut kita seperti itu, tapi baginya tentu tidak. Ia akan tetap melindungi, menjaga sang puteri kapanpun dan dimanapun sampai putri tersebut menemukan pangerannya. Ia memang tak pernah mengatakan "aku menyayangimu putriku", tapi dari segala apa yang telah ia lakukan itu begitu menunjukkan kasih sayang yang bahkan lebih indah daripada kata-kata.

Bogor, 4 Agustus 2014
Rella Restuati, untuk Bapak

Komentar