Postingan

Menampilkan postingan dari Oktober, 2014

FARIS (Fajrul Islam) ADVENTURE

Gambar
Here we go... FARIS ADVENTURE!!! Perjalanan dengan tronton dari Kampus D Universitas Gunadarma saya lakukan bersama teman-teman dari UKM Fajrul Islam (FARIS). Perjalanan ini kami namakan dengan FARIS ADVENTURE. Hari itu Jum’at 18 April 2014. Kami berangkat beranggotakan 30 orang yang terdiri dari ikhwan dan akhwat. Perjalanan panjang yang kami lalui hingga sampailah kami di tempat tujuan yaitu Gunung Putri, karena pendakian yang akan kami lakukan ke Gunung Gede dimulai dari sana. Sesampainya disana,  hari sudah malam. Malam itu kami memutuskan untuk menginap disebuah penginapan yang biasa digunakan para pendaki. Malam yang begitu dingin hingga rasanya tidak bisa menahan tubuh yang semakin menggigil padahal kami sudah menggunakan dua jaket tebal. Pagi tiba, kami bagun dan udara dingin yang dahsyat segera menyerang tubuh. Sebelum mendaki, kami sarapan dengan perbekalan yang kami bawa dan setelah itu kami bersiap untuk briefing pembagian kelompok dan berdo’a. Setelah pe...

Pelukan Tak Bernama

Sepertinya aku sedang berada dititik kepayahanku Dimana aku tak lagi mampu untuk berdiri tegak Mencari penopang yang bisa membuatku tetap bertahan Menanti tangan yang tetap saling tergenggam Aku ingin menyerah pada keadaan Aku tak sanggup menahan semua beban Aku lelah dengan senyum getir yang kututupi dengan mahir Mungkin raga ini masih terlihat tegar berdiri Tak terlihat kegelisahan yang kerap kali menyelubungi Dipagi yang ranum ini Ku pandangi semburat gradasi warna langit Ku tersenyum, tapi sang air mata malah tak terbendung lagi Disaat ketidakberdayaanku ini Aku hanya berharap Allah tetap merengkuhku Dalam setiap jejak akar kepahitan Dalam pelukan tak bernama

Malaikatku memang tak bersayap

Pernahkah kalian melihat malaikat? mungkin bukan melihat, tapi hanya mendengar bukan? tapi aku melihatnya, bahkan ia selalu bersamaku selama ini yang kita tau dalam khayalan kita, malaikat selalu bersayap tapi, malaikatku tak bersayap Malaikat yang ku maksud bukanlah malaikat yang memang Allah ciptakan sempurna bukan seperti malaikat Jibril, Mikail, atau yang lainnya Allah mengirimkan ia dalam kehidupanku yang terkadang aku merasa bahwa aku sendiri disini tapi ia selalu hadir mengisi kesendirianku ia akan tau kapan aku senang, kapan aku sedih, kapan aku berduka, kapan aku kecewa, kapan aku bahagia ia bisa membaca seperti apa aku tak ada kepura-puraan disana meski ia tak pernah menampakkan dirinya pada dunia luar tapi percayalah, dialah malaikatku dua malaikat atau tiga? "Dan Allah yang mempersatukan hati para hamba beriman. Jikapun kau nafkahkan perbendaharaan bumi seluruhnya untuk mengikat hati merek...

Pertanianku

Oh hati.. Mengapa dikeramaian ini kurasakan sepi Tatkala kulihatnya tak ada lagi Mungkinkah ia telah mati ? Ataukah Pertanian kini tak berarti ? Dulu… kulihat sawah membentang Dibawah kaki gunung yang menjulang Elok nian slalu kupandang Sungai pun begitu luas terbentang Jangan katakan Pertanian kini mati Jangan katakan Pun ia tak ada lagi Ia hanya tertidur Dikala Putra Negeri mundur Kini Putra negeri akan bangkit Tak akan berhenti walau sakit Tak akan lari walau terjepit Tak akan mundur   walau sedikit Anak negeri akan bangun dari terjatuh Akan maju dengan kekuatan penuh Walau seluruh badan penuh tetesan peluh Kami akan melangkah walau perjalanan terasa jauh Putera Negeri penerus bangsa akan terus melaju Demi kemakmuran itu, semua tertuju Bersama kita singsingkan lengan baju Agar Pertanian Indonesia semakin Maju ….