Sebuah Prasangka



Apa itu prasangka? Prasangka adalah anggapan dan pendapat yang kurang menyenangkan atau penilaian negatif yang tidak rasional, yang ditujukan pada individu atau suatu kelompok tertentu (yang menjadi objek prasangka), sebelum mengetahui, menyaksikan, menyelidiki objek-objek prasangka tersebut.
Prasangka itu bisa berupa prasangka buruk terhadap diri sendiri dan prasangka buruk terhadap orang lain.
Berprasangka buruk terhadap diri sendiri disini artinya seseorang menuduh dirinya dan ini termasuk pengertian yang dipuji dalam Al-Quran lhoo.. Allah Swt dalam Al-Quran mengutip ucapan Nabi Yusuf as, "Dan aku tidak membebaskan diriku (dari kesalahan). Karena sesungguhnya nafsu itu selalu menyuruh kepada kejahatan, kecuali nafsu yang diberi rahmat oleh Tuhanku." (QS. Yusuf: 53). Jadi, menuduh diri sendiri itu bisa dijadikan evaluasi diri dan merupakan perbuatan yang dapat menyelamatkan manusia dari kesesatan dan lupa diri.
Lalu, bagaimana dengan berprasangka buruk terhadap orang lain?
Nah ini lain cerita, berbeda dengan berprasangka buruk terhadap diri sendiri. Berprasangka buruk terhadap orang lain merupakan perbuatan tercela, bahkan Al-Quran memperingatkan manusia agar berhati-hati tidak sampai terkena penyakit ini. Allah Swt dengan tegas berfirman bahwa sebagian dari prasangka buruk itu adalah dosa.
Allah Swt berfirman, "Hai orang-orang yang beriman, jauhilah kebanyakan berprasangka buruk. Karena sebagian dari prasangka buruk itu adalah dosa ..." (QS. al-Hujurat: 12)
Nah, sudah jelas kan bagaimana jika kita berprasangka buruk terhadap orang lain? Sekarang bisa kita fikir, untuk apa sih kita berprasangka buruk terhadap orang lain? Setiap hari sibuk memikirkan pekerjaan orang lain dan berfikiran yang tidak-tidak, hmm rugi bangettttt deh.. Pada akhirnya dari prasangka buruk itu menjadi tumpukan dosa yang tersimpan dalam benak manusia dan kemungkinan besar ia tidak dapat mengenali bahwa apa yang tengah dipikirkannya merupakan perbuatan dosa, apalagi jika prasangka itu dibicarakan kepada orang lain yang bisa menjadikan ghibah. Naudzubillah..
Mulai sekarang, yuk kita mulai berfikir positif kepada saudara-saudara kita. Jangan asal menyimpulkan sebelum tahu kebenaran yang terjadi :’)


Komentar