Ini cerita SWI ku, apa ceritamu?
Ini cerita SWI ku, apa cerita mu?
Dibawah jendela kamar, 02 Maret 2013
Ingatan saya kembali pada masa-masa dimana cerita
ini masih berbentuk potongan-potongan kisah tak beraturan, yang ternyata dalam
perjalanannya untuk menjadi sebuah kisah utuh, saya tidak bisa sendirian
(cieilaaah hihii).
Baiklah, to the point aja deh yaa J. Eitsss jangan lupa baca basmallah dulu, oke ;)
“Bismillahirrahmanirrahiim”
25 Februari 2013, tepat pukul 05.30 WIB saya
berangkat dari rumah (Bogor) menuju kampus Universitas Gunadarma. (Ngapain? Kan
kuliah masih libur), tentu aja buat ikut SWI (Studi Wisata Islam) yang
diselenggarakan oleh LDK Fajrul Islam di villa Gema Insani, Puncak Bogor yang
dimulai pada tanggal 25-27 Februari 2013 :).
Dalam perjalanan ke kampus banyak sekali kejadian
yang harus saya lewati, maklum lah dengan dua kali naik angkot dan naik kereta pada
hari senin pagi -,- wow penuh perjuangan,
mulai dari jalan kaki ke pangkalan angkot, angkot yang ngetem lama, angkot
yang didalamnya semua laki-laki (sempet ngeri -,-), belum lagi macetnya. Rencananya saya akan naik
kereta khusus wanita pukul 06.30, tapi saat saya sampai distasiun bogor
keretanya berangkat padahal saya sudah lari-lari dengan membawa tas dan
jinjingan yang super berat u,u. Akhirnya terpaksa saya naik kereta biasa,
dengan penuh perjuangan desak-desakan sampai tali tas jinjing saya putus.
Sekitar pukul 07.30 saya sampai di stasiun pondok
cina dan bertemu dengan sahabat saya. Kemudian kami segera pergi ke masjid
kampus D karena dalam susunan acara para peserta harus hadir pukul 08.00 WIB.
Hari pertama, saya dan para peserta SWI dan juga
panitia berkumpul di masjid Darul Ilmi kampus D, kemudian kami registrasi dan
melaksanakan shalat dhuha. Tepat pukul 09.00 pembukaan formal yang diawali
dengan tilawah dan sambutan, yang pada akhirnya pembagian kelompok dengan satu
mentor untuk acara nanti. Setelah itu kelompok yang telah dibentuk berkumpul
bersama mentornya masing-masing untuk saling berkenalan satu sama lain, membuat
nama kelompok, membuat yel-yel, dan mengikuti mentoring I. Kami sepakat nama
kelompok kami adalah “Fatimah Az- Zahra” karena dengan harapan kami bisa
mencontoh beliau. Kelompok ini terdiri dari saya sendiri Rella, Zsa-zsa, lulu.
Niky, kiki, ana, uti, dan mentor kami kak Devi. Setelah itu kami makan siang, shalat dzuhur, apel,
persiapan keberangkatan, dan akhirnya berangkaaaaatttt dengan diiringi takbir "SWI, Allahuakbar!!!" :D
Pada awalnya perjalanan kami berjalan dengan lancar,
panitia yang berada didalam bus kami mengadakan permainan untuk menyingkirkan
rasa bosan. Namun ketika perjalanan sudah disekitar puncak, kami mengalami
beberapa kejadian yang cukup mengagetkan. Dengan jalanan yang sempit, berkelok,
menaik dan menurun membuat beberapa orang yang berada didalam bus merasa
ketakutan sampai-sampai tiada henti beristighfar (mungkin karena ini pertama
kalinya mereka pergi ke puncak). Tiba-tiba bus kami hampir menabrak sebuah
mobil pribadi dan ternyata rem busnya blong :(. Seisi bus begitu ketakutan, apalagi hampir semua
adalah akhwat. Tapi alhamdulillah supir bus kami masih bisa mengendalikannya
dan kami pun melanjutkan perjalanan. Beberapa lama kemudian ketika kami
melewati jalan yang sempit, tangga bus keluar menghalangi jalan. Akhirnya supir
bus meminta panitia untuk keluar memeriksanya. Tanpa memberitahu terlebih
dahulu, bus mulai kembali melaju, padahal masih ada panitia akhwat diluar bus
dan akhirnya karena takut tertinggal dia pun melompat kedalam bus dan seperti
bergelantungan pada pintu bus hmmm..
Sesampainya di villa, kami langsung menuju aula
untuk pembagian kamar dan persiapan shalat ashar. Setelah itu kami diberi waktu
untuk bersih-bersih dan setelah selesai kami diminta untuk kembali ke aula
untuk melaksanakan shalat maghrib, kultum, al-ma’tsurat, tilawah Qur’an, shalat
Isya, kultum, makan malam, dan training motivation. Training motivation yang
disampaikan oleh Hanif Fansurya yang paling saya ingat adalah “apapun yang kita
lakukan itu harus 100%, dengan FOKUS, SERIUS, dan TULUS. Lakukan kebaikan
sekecil dan seremeh apapun selagi kita mampu. Kebaikan yang kita lakukan bisa
menjadi hidayah bagi orang lain.” Tak terasa waktu sudah menunjukkan pukul
23.00, itu berarti waktunya kami tidur -,-zzzz.
Hari kedua, pukul 03.00 WIB, kami bangun dan
persiapan untuk Qiyamul Lail dan pergi ke aula. Setelah Qiyamul Lail kami
lanjutkan dengan tilawah Qur’an, shalat subuh, kultum, al-ma’tsurat, kemudian
dilanjutkan dengan mentoring II di villa dengan membahas mengenai tarbiyah
islamiyah. Pukul 07.00 diadakan riyadhoh dan games. waktu yang diberikan untuk
riyadhoh dan games cukup singkat sehingga tak lama kami pun disuruh untuk
sarapan, shalat dhuha, dan persiapan outbond.
Sebelum outbond dimulai setiap ketua kelompok
diminta untuk mengambil kertas yang isinya adalah rute games dalam outbond.
Dalam kertas itu terdapat tulisan, awalnya teman-teman saya tidak mengerti
tulisan tersebut. Ketika saya lihat, ternyata itu hanya dibalik saja hurufnya
(biasa membaca sandi saat pramuka hehe). Rute games yang kelompok saya dapatkan
yaitu perang badar, spongebob berjalan, balapan ulat bulu, aliran air
kehidupan, paku kesendirian, dan quiz. Dengan penuh semangat kelompok saya
beradu yel-yel dengan kelompok lain. Awalnya saya sempat merasa malu, apalagi
yel-yel kami menggunakan nada lagu dangdut Ayu Ting-ting “syik-asyik”
>.<. Tapi demi kekompakan kelompok, saya coba untuk menghilangkan sifat
pemalu saya :D.
Games pertama perang badar, kelompok saya melawan
kelompok lain. Dalam games ini kami harus saling menyemprotkan air kepada
mentor lawan, dan kami juga harus menjaga mentor kami agar tidak kena semprot
kelompok lain. Saya dan teman-teman menyusun strategi pertahanan (wuih udah
kayak mau perang beneran hihii), ketua kelompok kami bertugas sebagai penyerang
yang bertugas menyemprot mentor lawan, teman-teman yang memiliki fisik lebih
besar berjaga bagian depan, saya dan uti berjaga bagian belakang, dan yang lain
berjaga dibagian samping. Kami semua berjuang keras, bagai pertempuran yang
sesungguhnya, berlari-lari, menguatkan pertahanan, mengorbankan diri kena
semprotan air demi menjaga mentor kami. Dan akhirnya perjuangan kami tidak
sia-sia, ketua kami berteriak “kenaaaaaa” itu berarti kami menaaaaaaaaaaang
\(^_^)/. Makna yang terpenting dari games ini adalah kekompakan, kepercayaan,
dan rela berkorban.
Games kedua spongebob berjalan, kelompok saya
melanjutkan games keduayang berada di kolam renang akhwat. Sebelum itu, kami
disuruh untuk menyanyikan yel-yel kami terlebih dahulu sebanyak 3x. Setelah puas
mengerjai kami, akhirnya panitia di pos games tersebut mengijinkan kami masuk. Pertama
kami dijelaskan mengenai peraturan dan cara permainannya, kemudian kami pun
mulai games ini. Dua orang teman saya harus masuk kedalam kolam untuk mengambil
ember, spons dan botol yang digunakan untuk games ini. Kami hanya diberi waktu
3 menit untuk mengisi botol ukuran 1,5 liter dengan spons. Hmm tapi sayang,
kami tidak bisa mengisi sampai penuh dengan tepat waktu, jadi kami kena hukuman
yaitu menceburkan diri kedalam kolam renang dengan syarat tidak boleh kaki
duluan L.
Bagaimana rasanya???? Woooow dingin menusuk kulit hehe dengan udara puncak yang
tahu sendirilah gimana dinginnya ckck.
Games ketiga balapan ulat bulu, dengan keadaan basah
kuyup kelompok saya melanjutkan games selanjutnya. Games ini dimainkan dengan
menutup mata ketua kelompok yang berada paling depan, sedangkan anggota
kelompok berbaris dibelakangnya dan memberi tahu arah jalan dengan saling
memegang pundak satu sama lain. Ketika kami hampir menyelesaikan games ini,
ketua kelompok kami menginjak pembatas garis, maka kami disuruh untuk
mengulangi games dari awal lagi. Akhirnya kami menyusun strategi dengan
menempatkan anggota yang badannya paling kecil untuk diposisikan dipaling depan
agar mudah untuk di arahkan sehingga tidak menginjak garis. Ternyata strategi
kami berhasil, dalam waktu 4 menit kami berhasil menyelesaikan games ini (y).
Masih ada tiga games lagi yang belum kami
selesaikan, namun kami diminta panitia akhwat untuk menunggu peserta ikhwan
menyelesaikan games mereka terlebih dahulu. Kami kira menunggu itu hanya
sebentar tapi ternyata cukup lama, padahal kami dalam keadaan basah kuyup
dengan waktu yang lama. Setelah berkali-kali meminta kepada panitia akhwat agar
segera memulai, akhirnya games dilanjutkan kembali.
Games keempat aliran air kehidupan, disini kami
harus mengisi dua botol dengan air yang dialirkan dari atas melalui pipa yang
diberi lubang, setelah itu kami harus bisa mengeluarkan batu dari dalam botol
tersebut. Kami cukup mudah dalam menyelesaikan games ini dengan cepat sehingga
kami menang :D
Games kelima paku kesendirian. Dalam games ini kami
harus memasukkan sebuah pensil kedalam botol dengan tali yang diikatkan ke
pinggang anggota kelompok dan membelakangi botol tersebut. Kemudian salah satu
dari kami bertugas untuk mengarahkan kami agar bisa memasukkan pensil tersebut
tanpa menoleh kebelakang. Namun waktu cepat sekali habis, kami belum bisa
menyelesaikan games ini, jadi kelompok kami kalah :(
Games keenam quiz, ini adalah games terakhir yang
harus saya dan kelompok untuk diselesaikan. Disini kami harus menjawab empat
pertayaan yang disediakan oleh panitia dan jika tidak bisa menjawab, harus ada
korban yang kena guyuran air bercampur tanah huhuu. Akhirnya kami berdiskusi untuk
menentukan korban, dalam games ini dibutuhkan orang-orang yang berbadan kecil
karena harus melewati rintangan (masuk kedalam terowongan kecil) untuk
mengambil kertas yang berisi pertanyaan-pertanyaan. Kemudian ditetapkanlah saya
dan teman saya uti yang menjadi korban, kami menerimanya karena kami percaya
bahwa kelompok kami bisa menjawab pertanyaan-pertanyaan yang diberikan. Saya menjadi
orang pertama yang menjadi korban, saya merangkak masuk kedalam lorong dan
mengambil dua pertanyaan lalu duduk dibawah ember yang berisi air. Tapi ternyata
teman-teman saya tidak dapat menjawab dua pertanyaan tersebut dan akhirnyaaa “byuuurrrrrr” saya
kembali basah kuyup dengan air kotor hiks :’(. Teman saya uti juga merasakan
hal yang sama.
Semua games sudah kami ikuti, waktunya untuk
bersih-bersih setelah berbasah-basah ria dengan dinginnya puncak dan
dilanjutkan dengan ishoma. Jam 13.00 kami diberi waktu untuk tidur siang, tapi
kelompok saya memilih untuk diskusi mengenai apa yang akan kami tamoilkan untuk
acara PENSIL. Semuanya memberikan ide masing-masing, ada yang mengusulkan untuk
drama, ada juga yang mengajukan untuk membaca puisi. Kemudian saya memiliki ide
untuk mengkolaborasikan drama, menyanyi dan puisi, kebetulan saya memiliki lagu
dan puisi yang cocok untuk tema drama kami. Setelah itu kami membuat konsep dan
latihan. Saya mendapat bagian untuk membaca puisi dan tidak berperan banyak
dalam drama, menyanyipun saya sudah sangat hafal lagunya, jadi saya tidur
karena saya merasa kurang sehat hehe ^.^v. Ketika sedang asyiknya tidur, suara
lembut membangunkan saya “dek, bangun sayang..” ternyata itu adalah suara kak
Devi mentor kelompok saya. Ternyata sudah waktunya untuk mentoring III yang
dilanjutkan dengan shalat Ashar dan kultum. Setelah selesai, kami diberi waktu
untuk bersih-bersih dan jika sudah waktunya maghrib kami diminta untuk kembali
ke aula untuk shalat maghrib, kultum, al-ma’tsurat, tilawah Qur’an, shalat
Isya, kultum, makan malam, dan materi diskusi. Materi diskusi yaitu mengenai “organisasi
atau kuliah”. Dalam diskusi ini kami diminta untuk memberikan pendapat lebih
penting berorganisasi atau kuliah. Sangat menakjubkan suara-suara para
mahasiswa dalam mengungkapkan pendapatnya, bahkan sempat terjadi saling jawab
antar pendapat dan itulah letak keseruannya. Diskusi ini dibawakan dengan
begitu hebat sehingga tak terasa sudah waktunya kami beristirahat.
Pukul 02.15 WIB terdengar “Allahuakbar Allahuakbar
Allahuakbar”, ternyata itu adalah lagu always be there (Maher Zain) yang saya
jadikan alarm di handphone saya hehe. Saat itu villa masih sangat sepi, belum
ada yang bangun kecuali saya dan teman saya. Tiba-tiba terdengar dari kejauhan
ada ikhwan yang mungkin panitia sudah berkoar dengan toa “Handoko, handoko,
handoko”, tak lama kemudian terdengar lagi “bangun boy bangun, boy bangun boy,
kebakaran...”. Refleks, saya dan teman yang mendengarnya sontak tertawa. Begitu
susahnya kah untuk membangunkan ikhwan sampai bilang kebakaran? Hehehe :p
Sekarang sampailah kita di hari ketiga, berarti hari
terakhir kita mengikuti acara SWI di puncak ini huhu..
Setelah semua peserta dan panitia bangun, kami
segera menuju aula untuk melaksanakan qiyamul lail, setelah itu muhasabah,
shalat subuh, kultum, al-ma’tsurat dan kembali ke villa untuk mempersiapkan
PENSIL.
Kelompok dan mentor saya menggunakan kesempatan ini untuk latihan semaksimal
mungkin, karena kami ingin tampil maksimal. Tepat pukul 08.00 WIB, setelah
sarapan dan juga shalat dhuha seluruh peserta akhwat berkumpul di depan tempat
kolam renang akhwat. Disanalah kami akan menampilkan kreatifitas kelompok
masing-masing dalam acara PENSIL (Pentas Seni Islam). Kelompok saya berharap
bisa tampil pertama dengan tujuan agar tidak down ketika melihat penampilan
kelompok lain yang lebih bagus, tapi ternyata kami tampil sesuai urutan
kelompok yang berarti kami tampil kelima. Hampir semua kelompok menampilkan drama dan puisi,
hanya ada satu kelompok yang bernyanyi. Kini giliran kelompok kami yang
menunjukkan penampilan. Sentuhan drama komedi yang menyisipkan makna bersyukur,
di kolaborasikan dengan lagu muhasabah cinta dan puisi dengan judul “antara
Tuhan dan Aku” cukup mendapat respon yang baik dari para penonton :D. Padahal kami
begitu gugup, saya juga cukup gugup karena terakhir kali tampil membaca puisi
didepan banyak orang satu tahun lalu ckck. Tapi alhamdulillah semuanya berjalan
lancar.
Agenda terakhir kami adalah tracking adventure. Dengan
perjalanan yang lumayan jauh kami cukup puas ketika melihat pemandangan yang
subhanallah indahnya. Disana kami berfoto bersama, dengan background gunung
yang cantik. Sayang waktu yang diberikan hanya sebentar dan kami harus segera
kembali ke villa. Sesampainya di villa kami berkumpul di depan kolam renang
akhwat, panitia meminta kami untuk menyampaikan kesan dan pesan selama
mengikuti acara SWI ini. Setelah selesai, kami pun kembali ke villa untuk
membereskan barang-barang karena kami akan segera pulang.
Sekitar pukul 10.00 WIB, seluruh peserta akhawat dan
ikhwan kembali berkumpul di aula untuk award acara outbond, PENSIL, dan
penutupan formal kegiatan SWI ini. Award pertama yang disampaikan adalah untuk
ikhwan terlebih dahulu, setelah itu giliran akhwat. ketika dibacakan award
akhwat yang memengkan outbond, kelompok saya tidak terlalu berharap karena kami
hanya bisa memenangkan tiga games saja. Tapi ternyata, tanpa sadar nama
kelompok kami lah yang disebutkan oleh panitia sebagai pemenangnya hoho. Kami begitu
terkejut mendengarnya. Lalu award kedua pun dibacakan yaitu pemenang dalam
acara PENSIL. Lagi-lagi kelompok kami yang disebutkan “fatimah az-zahra” yang
memenangkan hadiahnya. Wowww dua kali kami tidak menyangka akan memborong
hadianya hehe alhamdulillah J.
Kami mendapatkan mushaf dan makanan. Kami membagi mushafnya masing-masing satu
buah, sedangkan makanannya kami bagikan kepada kelompok lain agar mereka juga
merasakan hadiahnya ;). Penyerahan award pun selesai, dilanjutkan dengan
penutupan formal dan doa oleh ketua SWI dan panitia. Dan kami pun pulang dengan
senyum semangat (^_^)
Tiga hari begitu cepat berlalu, diacara SWI ini saya
banyak mendapat pelajaran berharga, mengenal banyak orang, mengkaji ilmu agama,
beribadah dengan khusuk, mendengarkan kultum yang dibawakan oleh teman-teman
ikhwan yang subhanallah sekali maknanya, mendapat training motivation, dan masih
banyak lagi. Semoga saya dapat bisa kembali mengikuti acara ini tahun depan ^^
Hmm akhirnya selesai juga, mohon maaf jika para
pembaca merasa bosan denga tulisan saya ini hehe maklumlah saya tidak berbakat
dalam hal tulis-menulis cerita, yang penting saya ikut berpartisipasi. Bener ga?
:D
Alhamdulillah...
Inilah cerita SWI ku, mana ceritamu?
Komentar
Posting Komentar